Jumat, 23 Maret 2018

Sejarah dan Aspek Bisnis Game

1

a.  Pengenalan Game dan Sejarah Game
Game merupakan suatu aktifitas terstruktur yang memiliki pola dan aturan-aturan untuk dijalankan oleh setiap pemainnya. Game adalah permainan yang menggunakan media elektronik, merupakan sebuah hiburan berbentuk multimedia yang di buat semenarik mungkin agar pemain bisa mendapatkan sesuatu sehingga adanya kepuasaan batin.

Sejarah Video Game
Permainan video/video game berawal dari pengembangan tabung sinar katoda berbasis pertahanan peluru kendali sistem pada akhir 1940-an (pada Perang Dunia II). Pada 1947 Thomas Toliver Goldsmith Jr dan Estle Ray Mann menciptakan permainan simulator rudal Cathode Ray Tube Device Amusement. Permainan ini terinspirasi dari kecanggihan radar Perang Dunia II. Inilah game elektronik pertama yang tercatat dalam sejarah. Meski memiliki unsur permainan, game ini tak popular. Penggunaannya terbatas untuk kepentingan simulasi latihan militer. Tampilannya juga masih sederhana; belum berwarna dan hanya mengeluarkan suara “tat-tit-tut”. Program-program ini kemudian diadaptasi ke dalam permainan sederhana lainnya di era tahun 1950-an.  Pada akhir 1950-an dan melalui tahun 1960-an, lebih banyak permainan komputer yang dikembangkan (kebanyakan di komputer mainframe), secara bertahap tingkat kecanggihan dan kompleksitasnya pun turut bertambah. Setelah periode ini, video game menyimpang ke berbagai platform: arcade, mainframe, konsol, pribadi komputer dan kemudian permainan genggam.

Sejarah Game Online
Perkembangan game online (sering disebut Online Games) tidak lepas dari seiring kemajuan teknologi komputer dan jaringan komputer. Semaraknya game online merupakan suatu cerminan dari kemajuan jaringan komputer yang dahulunya berskala kecil sampai menjadi internet dan terus berkembang sampai sekarang. Komputer saat ini dengan kemampuan time-sharing dapat memainkan suatu game dengan pemain yang banyak atau multiplayer dan tidak harus berada di suatu ruangan yang sama. Pada tahun 1970 saat muncul jaringan komputer berbasis paket (packet based computer networking), jaringan komputer tidak hanya sebatas LAN saja tetapi  sudah mencakup WAN dan menjadi internet. Game online pertama kali muncul  kebanyakan adalah game simulasi perang ataupun pesawat yang dipakai untuk  kepentingan militer yang akhirnya dilepas lalu dikomersialkan. Game ini  kemudian menginspirasi game-game yang lain muncul dan berkembang. Pada tahun 2001 adalah puncak dari demam dotcom, sehingga penyebaran informasi mengenai game online semakin cepat. 
Menurut Ligagame Indonesia (ligagames.com), game online muncul di Indonesia  pada tahun 2001, dimulai dengan masuknya Nexia Online. Game online yang  beredar di Indonesia sendiri cukup beragam, mulai dari yang game action, sport,  maupun RPG (Role-Playing Game). Sudah banyak terdapat judul game online  yang beredar di Indonesia. Ini menandakan betapa besarnya suatu minat dari para  pecinta game di Indonesia dan juga besarnya permintaan pasar akan games di Indonesia.

Game Generasi Pertama
Pada tahun 1952, game generasi pertama diciptakan oleh A.S. Douglas, ia menciptakan permainan grafis pertama versi Tic-Tac-Toe. Game tersebut diprogram pada komputer ‘EDSAC vaccuum-tube’. Pada generasi ini ditemukan pula game pertama yang dimainkan pada televisi, game ini diberi nama “Chase” oleh seorang insinyur televisi yang bernama Ralph Bear. Pada tahun 1972 Ralph Bear membuat game consol pertama yang diberi nama Maganavox Odyssey. Game yang dimainkan pada saat itu adalah “PONG”. Pong menjadi produk pertama game keluaran Atari. Pong didasari dari permainan atau olahraga tenis meja (Ping pong), nama permainan ini berasal dari suara yang dihasilkan ketika memukul bola ping pong.
gambar 1. EDSAC Tic-Tac-Toe

Gambar 2. Maganavox Odyssey

      
 Gambar 3 dan 4. PONG

Game Generasi Kedua
Permainan video game consol kedua disebut juga sebagai “awal era 8 bit”. Pada pertengahan tahun 1970-an ini menggunakan kemajuan CPU dan penggunaan catridge sebagai dasar consol. Tahun 1976, Fairchild mencoba menghidupkan kembali dunia video game dengan menciptakan VES (Video Entertainment System). VES adalah mesin pertama yang disebut ”konsol”. Konsol ini menggunakan kaset magnetik yang disebut cartridge. Video game ini terdiri dari mikro prosesor, gamenya dimasukkan kedalam kepingan ROM (Read Only Memory) yang tertempel didalam tempat plastik cartridge yang dapat dimasukkan kedalam slot di konsol. Ketika cartridge di masukkan kedalam konsol, maka tujuan utama mikro prosesor di dalam konsol adalah membaca memori dari cartridge dan menjalankan program yang tersimpan disana. Consol game digenerasi ini yang terkenal adalah atari 2600 atau VCS ( Video Computer System) dan terdapat pula console game yang lain yaitu Intellivision dan Colecovision.
Gambar 5. VES (Video Entertainment System)

Gambar 6. Atari 2600

Game Generasi Ketiga
Generasi video game ke tiga ini dimulai pada tahun 1983 oleh Jepang melalui peluncuran Famicom yang sekarang dikenal sebagai NES (Nintendo Entertainment Sistem) dengan salah satu game terkenalnya yaitu mario bros. NES mempunyai saingan yaitu Sega Master System yang dibuat di Amerika.
Gambar 7. Nintendo

Gambar 8. Sega

Game generasi ke Empat
Generasi keempat atau biasa disebut dengan era 16 bit, pada generasi ini NES mendapat sambutan hangat di seluruh dunia, dan sebuah perusahaan bernama Sega mencoba menyaingi Nintendo. Pada tahun 1988, Sega merilis konsol next-generation mereka, Sega Mega Drive (yang juga dikenal dengan Sega Genesis). Konsol ini menyajikan gambar yang lebih tajam dan animasi yang lebih halus dibanding NES. Kedua konsol ini begitu handal dan populer. Di tahun 1989 Nintendo merilis game-handled, yang dinamakan Game Boy.
Gambar 9. Sega Genesis

Gambar 10. Game Boy
Game Generasi Kelima
Generasi ini berlangsung dari sekitar tahun 1993 sampai 2002 dan didominasi oleh tiga konsol, yaitu Sega Saturn (1994), Sony PlayStation (1994), dan Nintendo 64 (1996). Di era ini, game sudah tidak lagi menggunakan catridge yang dimasukan kedalam slot, namun menggunakan CD yang berisi jenis permainan yang akan dimainkan dan menggunakan optic untuk membacanya.
Gambar 11. PlayStation

Game Generasi Keenam
Terdapat 4 console terkenal pada generasi keenam yaitu sega dreamcast, play station 2, nintendo game cube dan munculnya konsol game baru yang diluncrukan oleh Microsoft yang diberi nama Xbox. Generasi ini dimulai pada saat tanggal 27 November 1998 dengan dirilisnya DreamCast, selanjutnya dikeluarkannya console Play Station 2 saat Maret 2000. Sedangkan untuk console Gamecube dan Xbox mulai dipasarkan sekitar bulan September dan November. Game pun sudah dikemas kedalam bentuk DVD, kecuali sega dreamcast yang menggunakan gd-rom.
Gambar 12. Dreamcast, Play Stastion 2, Game Cube dan Xbox

Game Generasi Ketujuh
Dikarenakan semakin canggihnya teknologi di bidang teknologi, 3 perusahaan konsol terbesar (Sony, Nintendo, dan Microsoft) mengeluarkan kembali konsol next-generation mereka keluaran terbaru. Sony mengeluarkan konsol next-gen yang diberi nama PS3 (Play Station 3), lalu Nintendo dengan Nintendo Wii kemudian Microsoft dengan Xbox 360. Pada generasi ini semakin dikembangkan sistem permainan online atau permainan yang melibatkan banyak pemain yang terhubung dengan konsol mereka dan semakin ditinggalkannya permainan single player.
Xbox 360 dan Playstation 3 menawarkan tampilan atau grafik dengan kualitas tinggi, pada saat yang sama Nintendo’s Wii fokus pada pengendali atau biasa yang disebut joystick dengan menggunakan sensor gerak. Ketiga permainan di atas mempunyai joystick tanpa kabel atau yang disebut dengan wireless.
Gambar 13. Xbox 360, Nintendo’s Wii dan Play Station 3

Game Generasi Kedelapan
Pada generasi ini konsol game semakin canggih dengan berbagai dukungan sensor hingga hadirnya fitur-fitur yang tidak hanya mampu sebagai konsol game, namun juga mampu sebagai Multimedia-Machine. Seperti Microsoft XBOX-One dengan Sensor Kinect , Nintendo Wii-U dengan sensor Wii Remote dan Playstation 4 dengan Sensor Playstation Move. Di generasi ke-8 inilah game-game dibuat sangat realistis dengan kehidupan nyata mulai dari grafiknya dan pergerkanya.
Gambar 14. Xbox One, Play Station 4, Nintendo Wii-U


b.  Platform Game
Platform game secara sederhana merupakan tempat (device) dimana game yang akan dikembangkan dimainkan/ digunakan. Berikut jenis-jenis Platform:

     1.    Arcade Games, di Indonesia biasa disebut dengan mesin Ding – Dong. Berada ditempat khusu dan memiliki box atau mesin yang memang khusus didesign untuk jenis video games tertentu dan tak jarang memiliki fitur yang dapat membuat pemain merasa masuk dan menikmati. Seperti pistol, stir mobil, dsb.
Contoh game-nya adalah Street Fighter 2, Mortal Kombat.
Gambar 15. Arcade Game

   2.PC Game, yaitu video game yang dimainkan menggunakan Personal Computer/ Komputer. Games yang dijalankan pada personal computer durasi waktu penayangan  tidak terbatas, selama games tersebut bagus dan mampu menghibur audience/pemain, maka selama itulah tingkat kemungkinan untuk dilihat audience akan semakin tinggi. Pembuatan Games ini biasanya menggunakan Language C++ / C#, membutuhkan waktu 3-6 bulan tergantung dengan kompleksitas games tersebut.
Contoh game yang ada di platform komputer adalah Call Of Duty, Assassin Creed, Final Fantasy XI & XIV, DOTA.
Gambar 16. PC Game DOTA 2

   3. Console Game, video games yang dimainkan menggunakan console tertentu. Misal, PlayStation 2, PlayStation 3, XBOX, dan NintendoWii.
Contoh game-nya Bully, GTA, The SIMS, FIFA, PES.
Gambar 17. Console Game PlayStation GTA

     4.  Handheld Games, permainan yang dimainkan diconsole khusus video game yang dapat dibawa kemana-mana. Misal Nintendo DS dan Sony PSP.
Contoh game-nya Need For Speed versi NDS.
Gambar 18. Handheld Games

      5.  Mobile Game, permainan yang dimainkan khusus untuk mobile phone.
Contoh game-nya Mobile Legend.
Gambar 19. Mobile Game Mobile Legend

    c.   Genre Game
      1.    Adventure Game
Dalam bahasa indonesia disebut dengan permainan pertualangan, dimana permainan ini didesain atau dibuat agar kita seolah-olah diajak untuk menjelajah keadaan permainan tersebut. Pada game ini biasanya, user akan diberikan misi-misi berupa pengumpulan koin atau sebagainya. Dan harus menyelesaikan misi untuk bisa ke step/ level selanjutnya.
Contoh dari permainan adventure game ini adalah mario bros, harvest moon, dsb.
Gambar 20. Adventur Game Mario Bros

      2.    Action Game
Dalam bahasa Indonesia disebut Permainan Aksi, merupakan game yang mengharuskan pemain menggunakan refleks, akurasi dan waktu yang tepat untuk menyelesaikan sebuah tantangan atau melawan musuh.
Contoh dari permainan action game adalah Modern Combat 5: Blackout
Gambar 21. Action Game Modern Combat 5: Blackout


      3.    Fighting Game
Dalam bahasa Indonesia disebut game perkelahian yang dimana game ini berisi pertarungan dan setiap pemain dapat memilih karakter dengan kemampuan yang berbeda-beda. Pemain juga mampu mengeluarkan jurus untuk mengalahkan musuh dan biasanya pertarungan hadir secara satu lawan satu (one on one) di dalam area yang terbatas. Semakin jauh level maka akan semakin kuat pula lawan yang harus dikalahkan agar kita bisa ke level level selanjutnya.
Contoh dari permainan ini adalah mortal combat
Gambar 22. Fighting Game Mortal Combat

      4.    Sport Game
Game ini menuntut keterampilan pemain dalam melakukan pertandingan olahraga secara virtual. Misal sepak bola, basket, voli, dsb.
Contoh game ini adalah Pro Evolution Soccer 2018, FIFA 2018, dsb
Gambar 23. Sport Game PES 2018



      5.    Racing Game
Game ini bertema balapan dengan menggunakan motor ataupun mobil (kendaraan). Game ini memacu adrenalin pemain atau mengasah kecepatan dan akselerasi suatu kendaraan untuk menjadi yang tercepat di sirkuit.
Contoh game ini adalah Need For Speed
Gambar 24. Racing Game Need For Speed

       6.    Idle Gaming
Game ini dapat dibilang terbaru dari genre lainnya, dimana gamer tidak memerlukan usaha yang banyak untuk memainkan game ini. Karna hanya dengan klik klik saja pemain dapat menaiki level.
Contoh game ini adalah idle miner tycoon
Gambar 25. Idle Gaming Idle Miner Tycoon

       d.  Aspek Bisnis (Keuntungan)
1.    Warnet
Warung Internet atau yang sering disebut Warnet ini merupakan tempat untuk mencari informasi atau bermain Game Online. Warnet merupakan bentuk usaha yang dikelola oleh kelompok maupun perolangan (individu). Biasanya pengguna akan dikenakan biaya perjam sesuai dengan lama penggunaannya. Dan trick discount dari warnet ini yang dapat membuat pengguna seperti “ketagihan” saat bermain game online.
Misal harga perjam 3.000, jika bermain 2 jam 5.000, dan seterusnya. Bagi yang maniac dengan game online, akan rela mengeluarkan kocek lebih untuk bermain game online tersebut.

2.    Rental PS
Rental PS, tak berbeda jauh dengan Warnet. Hanya saja pada Warnet kita bermain secara Online. Dimulai dari Rental PS2 hingga PS3 banyak digemari oleh anak-anak hingga dewasa. Dari aspek bisnis, rental PS ini terbilang menjajikan dari tingginya minat masyarakat terhadap console game yang satu ini.

3.    Event Game Online
Biasanya event ini bisa berisi Turnamen atau jual-beli item, dan tentunya event game online ini memerlukan biaya yang cukup banyak untuk menarik para pecinta game untuk menghadiri Event ini. Maka dari itu, aspek bisnis pada Event Game Online ini dapat dilihat, seperti didukung oleh sponsor besar atau sponsor ternama yang dimana sponsor ini digunakan untuk memberikan hadiah kepada pemenang yang telah beradu kekuatan atau skill untuk mengalahkan lawan-lawannya.

4.    Arcade Game
Bisnis game arcade game ini seperti mesin dindong pada jaman 90an, atau sekarang seperti mesin arcade yang ada di Timezone, Fun Wordl atau semacamnya.
Bisnis pada Arcade Game ini tentunya meliputi kerja sama antar perusahaan – perusahaan besar yang dimana dalam 1 tempat kita akan menjumpai banyak permainan, seperti action game, racing game, fighing game, dance simulator, sport dsb yang dimana games tersebut dirilis dari perusahaan ternama seperti Sega, Konami, dsb.
Jika dilihat dari aspek bisnisnya, pada tempat ini kita diharuskan mengisi saldo dalam bentuk kartu yang dapat kita beli di kasir mulai harga 10.000, dan untuk biaya bermain game ini ialah 2.900. hingga 15.000 dan kita akan menerima tiket yang dapat ditukarkan dengan barang. Dan hal inilah yang dapat dijadikan keuntungan bagi perusahaan dan pemain.

       e.    Referensi
elib.unikom.ac.id/files/disk1/.../jbptunikompp-gdl-prasetyoad-22806-6- unikom_p-i.pdf dunduhh pada tanggal 21 Maret 2018 pukul 21.00.

https://game-savero.blogspot.co.id/2013/05/pengertiansejarahjenis-jenis- tentang.html diunduh pada tanggal 21 Maret 2018 pukul 21.02.

https://tevort.blogspot.co.id/2017/03/sejarah-dan-perkembangan-video-game.html diunduh pada tanggal 21 Maret 2018 pukul 21.02.

http://agusjumjum16.blogspot.co.id/2016/01/perkembangan-game-dari-generasi-1_5.html diunduh pada tanggal 21 Maret 2018 pukul 21.15.

http://www.martinrecords.com/game/penting-untuk-diketahui-sejarah-perkembangan-game-dan-jenisnya/ diunduh pada tanggal 21 Maret 2018 pukul 22.15.

http://bagusonthespot.blogspot.co.id/2011/06/games-berdasarkan-jenis-platform-atau.html diunduh pada tanggal 21 Maret 2018 pukul 22.20.

http://www.pricebook.co.id/article/review/2016/01/26/3593/ada-4-jenis-dan-11-genre-game-yang-mana-favorit-kamu diunduh pada tanggal 21 Maret 2018 pukul 22.22.

http://ekaoktwn.blogspot.co.id/2016/03/petgame-game-vs-bussines.html diunduh pada tanggal 21 Maret 2018 pukul 22.45.